Kamis, 24 Maret 2011

Penglihatan semu

Seringkali kita hanya melihat apa yang nampak tapi jarang melihat apa yang nyata.
Mata kita sering tertutup untuk kebaikan dan kebenaran karena kebencian terhadap sesuatu atau seseorang.
Dan kadang mata kitapun tertutup yang akhirnya membenarkan kejahatan hanya karena kecintaan/kedekatan (merasa tidak enak) terhadap sesuatu atau seseorang.
Kita sering bohong kepada mata kita, seolah-olah kita tidak melihat apapun. padahal kejahatan itu terjadi di depan mata.
Kita sering bohong kepada telinga kita, seolah-olah tidak mendengar kabar kejahatan itu terjadi di samping kita.
Kita pun sering bohong kepada hati kita, seolah olah tidak merasakan apa-apa, padahal kejahatan itu menyentuh perasaan kita. sayang mata, telinga dan hati kita (sekarang) tidak bisa bicara. Mungkin nanti ketika mulut kita tidak bisa berbicara lagi, barulah mata, telinga, dan anggota tubuh lainnya berbicara mengungkap kenyataan yang memang terjadi dan ada.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar